Menpora, KOI dan Perbati tak Menghargai Perjuangan Para Jendral Pendiri PERTINA

Menurut Sri Syahril, makna kalimat yang sering diucapkan oleh Presiden Soekarno setiap memperingati hari pahlawan adalah kemajuan sebuah bangsa diukur dari sejauh mana generasi penerusnya menghargai nilai-nilai perjuangan pendahulu mereka.

”Kalau seorang pejabat seperti Erick Thohir tak bisa menghargai dan meneladani jasa dan semangat para pahlawan Indonesia, berarti dia rasa nasionalisme dan sikap kesatria dia dalam membangun negara ini, patut dipertanyakan,” tegas Sri, sapaanya. 

PERTINA lahir dan didirikan oleh para jendral. Para pejuang kemerdekaan Indonesia pada 30 Oktober 1959. PERTINA lahir berawal dari gagasan seorang jendral berpangkat Brigadir Jenderal TNI, Sudharto Sudiono. Perwira tinggi (Pati) berpangkat bintang satu ini mendirikan organisasi ini dengan tujuan membina olahraga tinju amatir di Indonesia.

Kepemimpinan PERTINA kemudian dilanjutkan oleh seorang perwira Polisi berpangkat Komisaris Polisi yakni Kaboel Hadijanto. Selanjutnya tongkat estafet dilanjutkan oleh Marsekal  Mohamad Saleh Basarah Suradiningrat. Juga seorang  Pati dari TNI Angkatan Udara (AU).

Kepala Staf TNI AU periode 1973 –  1977 ini menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERTINA cukup lama. Sejak tahun1971 hingga 1988. Saleh Basarah tiga kali menjabat ketua umum. Namanya melekat kuat di setiap hati insan tinju. Dihormati dan digelar sebagai Bapak Tinju Amatir Indonesia.

Sementara, Ketua Umum PB Pertina yang pertama adalah Sudharto Sudiono. Terpilih aklamasi melalui Kongres PERTINA pertama di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 1960.

Berikutnya ada nama Letjen TNI Adolf Sahala Radjagukguk. Kemudian dilanjutkan oleh Mayjen TNI Paul Toding. Selepas itu kepemimpinan PB PERTINA dijabat Mayjen TNI Sang Nyoman Suwisma.

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles