Menpora, KOI dan Perbati tak Menghargai Perjuangan Para Jendral Pendiri PERTINA

PERTINA.OR.ID, JAKARTA |  Perjuangan para jendral TNI dan Polri mendirikan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) sebagai satu-satunya organisasi cabang olahraga (cabor) tinju amatir di negeri ini  sejak 30 Oktober 1959, sama sekali tak dihargai oleh Pengurus Perbati dan Ketua KOI. Lebih diperparah lagi karena Menteri Pemuda dan olahraga ikut mendukung. Mereka ‘bersekutu’ demi ‘mendualismekan’ cabor tinju.

Padahal Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang mengklaim dirinya sebagai organisasi cabor tinju baru lahir pada 2025 lalu. Organisasi ini diketuai Ray Zulham Farras Nugraha. Putra ketiga Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan.

Sejak dideklarasikan, pengurus cabor ini tiba-tiba ingin mengambil alih peran PERTINA. Bahkan dengan cara-cara tidak terhormat. Berbagai macam cara dilakukan. Termasuk mengklaim sejumlah atlet berprestasi yang lahir dari sasana binaan PERTINA.

Ironis memang. Karena didukung oleh pejabat di Kemenpora. Mulai jaman Dito Ariotedjo yang dilengserkan oleh Presdien Prabowo Subianto hingga Erick Thohir yang saat ini menjabat Menpora.

Padahal keduanya tahu PERTINA adalah satu-satunya induk organsiasi cabor tinju yang telah melahirkan ribuan, bahkan jutaan atlet berprestasi di negeri ini sejak lahir 67 tahun silam.

Karenan itu Pengurus PEERTINA di Seuruh Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto yang juga seorang yang berlatar belakang TNI berpangkat jendral untuk turun tangan. Menegur Erick Thohir yang sama sekali tak menghargai perjuangan para pendahulu.

”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Itu penegasan Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Kalau ada pejabat dan anak pejabat yang tidak menghargai jasa pahlawannya, itu berarti mereka adalah manusia-manusia sombong,” tegas Sri Syahril, Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprpv) PERTINA Sulsel yang juga Sekretaris Bidang Humas Pengurus Pusat PERTINA.

Marsekal TNI (Purn) Mohamad Saleh Basarah Suradiningrat , Kepala Staf TNI AU periode 1973 –  1977, adalah Ketua Umum PB PERTINA periode cukup lama, 1971 – 1988 dan dikenal sebagai Bapak Tinju Indonesia. (DOK)

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles