Meningkatan Kompetensi dan Standarisasi
Wasit Hakim berlisensi nasional yang sudah lebih 30 tahun lebih menjadi W/H tinju di Indoensia ini menambahkan pelatih dan wasit-hakim tinju wajib punya persepsi yang sama terkait penilaian. ‘’Ini juga salah satu tujuan utamanya. Agar bisa tercipta kesepahaman antara wasit dan pelatih mengenai aturan pertandingan, terutama terkait penilaian,’’ kata Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK-UNM), ini.
Menutut dia, pelatih yang berkualitas diharapkan dapat membimbing atlet untuk meraih prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Pengprov PERTINA Sulsel di bawah komando Harpen Reza Ali juga ingin semakin memperkuat soliditas organisasi. ‘’Membawa Pertina menjadi sebuah organisasi yang solid dalam mempersiapkan dan mengembangkan petinju yang kompetitif,” katanya.
Adapun materi pelatihan yang diberikan di antaranya untuk bidang perwasitan yakni dasar-dasar perwasitan, tanggung jawab wasit, teknik penilaian, dan protokol keselamatan.
Sedangkan di bidang kepelatihan yakni teknik-teknik dasar tinju, serta cara membimbing atlet agar memiliki performa terbaik. ”Yang terpenting juga ada materi aturan dan regulasi tinju terbaru untuk memastikan penerapan yang konsisten di setiap pertandingan,” tabah Sri Syahril.
Ia menambahkan pelatihan ini diharapkan bisa peningkatan kompetensi dan standarisasi. ‘’Peningakatan kompetensi akan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi wasit atau pelatih yang lebih baik,” katanya.
”Sementara untuk aspek standarisasi akan membantu menyamakan standar praktik di antara wasit dan pelatih, sehingga mengurangi potensi salah paham dalam pertandingan yang bisa berakhir keributan,” papar Sri.
Setelah selesai mengikuti pelatihan selama tiga hari, peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat lisensi daerah yang dapat digunakan untuk pengembangan karier di cabang olahraga tinju amatir.(02-ss)
