25.3 C
Makassar
Tuesday, January 20, 2026

Tinju Makin Digemari, Hanya PERTINA Induk Cabor yang Diakui Pemerintah

Hanya PERTINA Induk Cabor Tinju Amatir di Indonesia

Di Indonesia, cabor tinju sejak jaman penjajahan telah digandrungi masyarakat. Olahraga ini berkembang pesat. Induk cabang olahraga tinju lahir sejak 30 Oktober 1959. Namanya Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA). Organsiasi ini adalah  satu-satunya induk cabang olahraga tinju, yang diakui pemerintah hingga saat ini. Tidak ada yang lain.

Organisasi ini ada sampai ke pelosok desa. Penggiat tinju membina atlit melalui sasana. Sasana tinju dibina oleh  Pengurus PERTINA Kabupaten/Kota. Organisasi setingkat di atasnya bernama Pengurus Provinsi (Pengprov) PERTINA. Ada di 36 dari 38 provinsi di Indonesia.

Kecuali Provinsi Papua dan Papua Tengah yang sementara dalam proses pembentukan Pengprov (lagi). Pada level Pengkab/Pengkot PERTINA juga tersebar di 416 kabupaten. Termasuk di 98 Pengab/Pengkot yang berstatus “kabupaten administrasi”. Juga  di daerah otonom tingkat dua. Totalnya 514 daerah.

Atlet tinju di bawah binaan PERTINA melalui sasana tinju, tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Para pelatih melatih dengan hati. Mereka tak digaji. Karena kecintaannya dengan negeri ini. Demi prestasi tinju untuk merah putih.

Jumlah atlet dan pelatih tersebar di pelosok negeri. Jumlahnya diperkirakan ratusan ribu. Bahkan mencapai angka 1 juta orang lebih. Atlet yang dibina datang dari berbagai latar belakang.  Juga usia. Mulai dari kategori boy’s man atau kategori kadet usia 12-14 tahun. Junior pada usia 15-16 tahun. Youth di usia 17-18 tahun dan elite usia 19-40 tahun.

Dalam sejarahnya, sejak 30 Oktober 1959, PERTINA sudah melahirkan banyak atlet. Sejumlah nama telah tercatat dengan tinta emas. Mereja menorehkan prestasi di kancah dunia. Bendera merah putih dikibarkan. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Pataka PERTINA berkibar.(FOTO: DOK HUMAS PERTINA SULSEL)

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles