Arahkan ke Bagian yang Lembut di Tubuh Lawan
Jika Anda menghantamkan buku tinju ke rahang atau pipi lawan, justru Anda yang akan terluka. Pusat wajah lawan, terutama hidung, adalah bagian paling lembek sekaligus paling menyakitkan kalau terpukul. Kalau dihajar, ada kemungkinan lawan bakal murka. Pukulan ke tulang rusuk di sisi tubuh akan memaksa napas keluar dari paru dan mempersulit gerakan lawan. Saat lawan meringkuk berusaha melindungi diri, wajahnya akan rawan terhadap serangan.
Pukulan ke tenggorokan, kemaluan, dan tendangan ke lutut juga efektif jika Anda berusaha mempertahankan nyawa. Jika Anda berlatih tinju dengan teman, jangan main kotor, tapi jangan pula mengabaikan cara-cara tersebut begitu saja kalau pertarungan Anda serius.
Lakukan Serangan yang Cepat dan Padat
Jangan melontarkan pukulan yang kelewat mengayun liar macam Rocky. Tegaskan posisi dan lontarkan pukulan-pukulan beruntun yang cepat, tajam, dan tepat sasaran. Pemenangnya bukanlah petarung yang meninju paling banyak, tapi yang mampu mendaratkan pukulan dengan sukses dan berkekuatan maksimal.
Pastikan Anda mengikuti setiap serangan. Bayangkan Anda menyerang sesuatu berjarak dua inci di belakang sasaran, dan Anda ingin memukul sampai menembus itu.
Jangan Hanya Gunakan Tinju untuk Menang
Sundulan kepala adalah teknik bertarung yang paling dianggap remeh. Membenturkan bagian paling kaku di tubuh Anda, yaitu lempengan tulang keras di kening atas, ke bagian terlemah di wajah lawan, yaitu hidung, akan mengakhiri pertarungan dengan cepat.
Dalam pertarungan olah raga yang formal, seperti tinju atau MMA, sundulan kepala dianggap ilegal, namun jika Anda mempertahankan nyawa dalam pertarungan sungguhan, jangan buang waktu dengan aturan olah raga.(*/02-ss)
